Pages

Rabu, 07 April 2010

sistem operasi pada operating disk

Easus Disk Copy

http://hamdala.wordpress.com/2010/02/15/loning-hardisk-sistem-operasi-dengan-easus-disk-copy/

ab
jadi telah kita ketahu sistem operasi pada hardits ini cara kerjanya buat install hardits
Dalam satu harddisk kita harus membagi beberapa partisi yang bisa boot pada

masing-masing partisi tersebut. Tepatnya adalah masing-masing partisi pada
saat di partisi harus menjadi primer semua. Lalu kedalam partisi itu kita
berikan system yang berbeda-beda. Terserah anda, mau Win x, Linux xx, atawa
yang lainya. Yang jelas sebagai booter kita harus menginstall software untuk
menunjuk ke partisi mana kita mau ngeboot. Contohnya System Commander
atawa software lain yang khusus untuk keperluan
itu. Jadi dengan cara ini kan SO yang ada di harddisk kita kan tidak bentrok
karena masing-masing sudah diberikan kapling sendiri-sendiri.
Sekian dulu dari saya. Semoga hari anda cerah selalu.


Saat sekarang, kapasitas hardisk semakin royal. Selain teknologi hardisk yang semakin canggih, juga karena harga hardisk yang kian terjangkau, dalam masa krisis sekalipun. Adalah hal biasa ketika dalam komputer terpasang hardisk dengan kapasitas 20 gigabyte.

Mengalami hal ini, berbagai macam reaksi pengguna bermunculan. Ada yang dengan cueknya menjadikan hardisk 20 GB dalam satu partisi!. Dan ada juga yang memecah-mecahnya, menjadi banyak partisi, sehingga jika Windows Explorer dibuka, akan muncul barisan drive, dari C sampai R. Bahkan ada yang iseng sampai drive X.

Apakah Partisi Itu ?

Kegiatan mempartisi hardisk memang menjadi hal yang biasa, bahkan wajib dilakukan untuk hardisk yang masih baru. Tapi belum semua pengguna memahami apa dan bagaimana melakukan partisi. Bahkan ada yang pernah mengatakan, "Hardisku ukurannya kecil, jadi tidak saya partisi".

Mempartisi hardisk adalah hukumnya wajib. Yaitu menentukan area pada hardisk yang akan digunakan untuk sistem.

Karena dapat memilih area pada hardisk, maka kegiatan ini juga sering dimanfaatkan untuk 'menghilangkan' bad sector. Sebenarnya yang terjadi bukanlah menghilangkan, tapi menghindari area yang rusak supaya tidak digunakan, sehingga area yang akan digunakan bersih dari bad sector.

Susunan Partisi Hardisk

Untuk membentuk partisi, kita memang bebas menentukan jumlah partisi yang kita inginkan. Namun ada aturan yang harus diikuti.

Partisi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu Primary, Extended, dan Logical.

Primary : Partisi jenis ini maksimal ada 4 buah dalam satu hardisk. Jika dalam hardisk juga ada partisi Extended, maka partisi Primary maksimal ada 3 buah.

Dalam prakteknya, kita cukup membutuhkan satu partisi Primary. Namun jika kita ingin menginstal banyak sistem operasi dalam satu hardisk, dibutuhkan lebih dari satu partisi Primary. Hal tersebut berlaku untuk OS yang hanya bisa booting dari partisi Primary, seperti DOS, WIn 3.x dan Win 9x. Sedangkan untuk OS lain seperti Win NT, Linux, OS2, bisa booting dari jenis partisi Logical.

Extended : Untuk jenis partisi ini hanya terdapat satu dalam satu hardisk, digunakan untuk menampung partisi Logical. Seperti diketahui dalam satu hardisk dibatasi hanya ada 4 Primary, maka untuk menciptakan partis lebih banyak, partisi Extended dapat dimanfaatkan. Partisi ini tidak dapat menampung data, hanya digunakan untuk menampung partisi Logical.

Dengan kata lain, partisi Extended adalah partisi Primary yang digunakan untuk menampung partisi Logical.

Logical : Partisi jenis ini tidak dapat berdiri sendiri. Dia dan teman-temannya harus berada dalam partisi Extended. Jadi jika akan dibuat lebih dari 4 partisi, harus dibuat satu partisi Extended dan partisi Logical sejumlah yang dibutuhkan.

Berikut gambaran mengenai struktur partisi hardisk.

PRIMARY

SATU

E X T E N D E D
LOGICAL

SATU

LOGICAL

DUA

LOGICAL

TIGA

PRIMARY

DUA

PRIMARY

TIGA

Tentu saja susunan di atas hanya contoh. Susunan yang sebenarnya bisa beragam.

Menyusun Partisi

Pembentukan partisi dapat dilakukan dengan banyak program. Di lingkungan Windows sudah disediakan FDISK. Jika ingin mempartisi tanpa menghapus data sebelumnya, dapat digunakan program Partition Magic.

Tapi biasanya pengguna lebih memilih menggunakan Disk Manager (DM) yang disediakan oleh manufacturer hardisk, karena kata mereka, pabrik pastilah lebih tahu tentang hardisk yang mereka produksi, sehingga program dari manufacturer lebih cocok dengan hardisk tersebut.

Dalam lingkungan linux, dapat digunakan DRUID dan FDISK (fdisk/cfdisk/sfdisk).

Install ulang merupakan pekerjaan yang kadang cukup melelahkan dan menyita waktu, tetapi terkadang hal itu harus dilakukan, misalnya karena komputer terkena virus dan sudah sangat parah, ingin sistem operasi tampil lebih “fresh”, menginstall di komputer lain lebih cepat dan lainnya. Jika hanya Install Sistem operasi saja, mungkin satu jam bisa selesai, tetapi selain itu juga perlu di install driver-driver komputer yang perlu waktu.

Cara tercepat dan mudah adalah dengan kloning hardisk, sehingga setiap saat perlu install ulang, tinggal membuka backup yang sudah dibuat dan restore sistem operasi. Hal ini lebih memudahkan dan menyingkat waktu. Salah satu cara adalah dengan Bootable CD EASUS Disk Copy.

merupakan Bootable CD yang menyediakan fasilitas copy hardsk/partisi sektor per sektor tanpa melihat Sistem operasi, file system dan skema partisi. Dengan fitur copy sector-by-sector maka akan memastikan hasil copy-an akan sama 100% dengan aslinya. Sehingga Easus Disk Copy bisa digunakan untuk meng-copy, cloning atau mengupgrade sistem yang ada di hardisk yang kecil ke hardisk yang baru dengan ukuran yang lebih besar. Semua data akan tercopy, termasuk file yang telah dihapus, file yang hilang dan yang tidak terakses.

Fasilitas Utama ( Main Features)

  • Copy semua hard drive
  • Partition clone
  • Sector by sector copy
  • Safe, simple and fast

Fasilitas terbaru

  • Mendukung IDE, SATAI, SATAII, SCSI, Firewire(IEEE1394) dan USB drives
  • Mendukung Partition Copy
  • Mendukung Dynamic Disk
  • Mendukung Inaccessible disk copy
  • Mendukung booting dari CD Rom
  • Antarmuka yang User Friendly
  • Fasilitas Relay disk space jika target disk space tidak cukup
Disk Copy juga mampu meng-copy ke eksternal USB Drive, seperti flashdisk, Hardisk Eksternal dan sejenisnya. Ukuran file download yang bertipe *.ISO (yang nantinya akan di burning ke CD) relatif kecil, sekitar 20 MB, sehingga cukup mudah di peroleh. Untuk mencoba silahkan

Tidak ada komentar:

 

Blogger news

Affiliate Program ”Get Money from your Website”

Blogroll

About

picasion.com